Jumat, 06 Agustus 2010

Valentino Rossi, Legenda Balap Motor GP Yang Tiada Duanya

Valentino Rossi (lahir di Urbino, Italia, 16 Februari 1979; umur 31 tahun) adalah seorang pembalap di kejuaraan grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarir.Ia adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa, dengan 9 gelar Juara Dunia. Menurut majalah olah raga terbitan Amerika, Sports Ilustrated, Rossi adalah salah satu olahragawan bergaji terbesar di duunia, ia diperkirakan digaji $34 juta pada 2007. Putra dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya. Total pembalap eksentrik ini membukukan 9 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc, sekali di kelas 250cc, dan tujuh kali di kelas puncak, 500cc dan MotoGP
Setelah ayahnya, Graziano Rossi, Rossi memulai balapan di Grand Prix pada 1996 untuk Aprilia di antara 125 cc kategori dan memenangkan Kejuaraan Dunia pertama tahun berikutnya. Dari sana, ia pindah ke kategori 250cc dengan Aprilia dan memenangkan 250cc Kejuaraan Dunia pada tahun 1999. Ia memenangkan Kejuaraan Dunia 500cc dengan Honda pada tahun 2001, Kejuaraan Dunia MotoGP (juga dengan Honda) pada tahun 2002 dan 2003, dan melanjutkan kemenangan beruntunnya dengan memenangkan kejuaraan dunia 2004 dan 2005, setelah meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Yamaha, sebelum merebut kembali gelar pada 2008 dan mempertahankannya di tahun 2009.
Rossi adalah yang pertama dalam klasemen terbanyak memenangkan perlombaan dalam sejarah 500 cc / MotoGP, dengan 77 kemenangan, dan kedua di sepanjang masa menang klasemen keseluruhan dengan 103 menang balapan (di belakang Giacomo Agostini dengan 122).
Lahir untuk balap
Rossi memang dilahirkan untuk menjadi pembalap, Ia tumbuh dilingkungan yang sangat mendukung karirnya. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar dimasa ’70-an. Otomatis ia besar dilingkungan yang kental atmosfer balap. Ketika anak-anak seusianya asyik dengan mainannya, Rossi bermain dengan motor balap sungguhan di tengah paddock pembalap ternama Luca Cadalora ataupun Loris Reggiani.

Entertainer

Saat pertama bergabung di Gp 500cc bersama tim bekas Doohan, yang dikepalai oleh seorang mekanik handal Australia bernama Jerremy Burgess, suasana paddock sangat terpengaruh perangai Doohan yang temperamental. Semua mekanik dan staff tim tampak serius dan cenderung penuh tekanan. Suasana ini buat Rossi sungguh tak masuk akal, menurutnya ia tak bisa membayangkan membalap tanpa merasa fun, kemudian waktu ia mulai menang, ia bertekad untuk merayakan besar-besaran, menurutnya ia cuma ingin melakukan sesuatu yang baru, menunjukkan emosi memenangkan balap.
Sejak saat itulah, pesta kemenangan jadi ciri khasnya. Tak hanya bersama teman, juga ribuan pendukungnya yang memadati sirkuit. Dengan aksi-aksinya, Rossi bagaikan magnet yang menarik orang untuk menonton GP. Para pecinta GP tentu masih ingat akan aksinya memboncengkan fansnya yang berkostum ayam berkeliling sirkuit, aksinya memboncengkan fans yang berpakaian dokter, ia juga pernah membonceng angka satu raksasa sebagai simbol juara dunia, juga aksi wheelie dan burnout nya yang sudah tak terhitung setiap memperoleh kemenangan. Ia juga kerap memberikan kneepad atau topi nya kepada fansnya dengan melemparnya saat berada di podium. “Valentino itu petarung hebat. Tetapi ia juga tahu kalau kita berada ditengah bisnis hiburan. Jadi ia juga suka menghibur,” kata Burgess.

Nama populer

Dalam perjalanan balapnya rossi kerap berganti julukan dan melakukan hal-hal yang menarik perhatian dan menghibur. Ia beralasan bahwa semuanya itu dilakukan dimulai dengan niat bersenang-senang dan melakukan sesuatu yang lucu.
  • Rossifumi Julukan Rossi yang diciptakan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe yang saat itu berumur 17 tahun dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin Scwantz dikelas 500cc, karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi Abe maka Rossi dijuluki Rossifumi.Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha berada dalam beda tim namun satu grafis,yaitu dominasi warna biru.Rossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team.
  • Valentinik Julukan ini berasal dari tokoh kartun Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc.
  • The Doctor Setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000 Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap di kelas 500cc butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi, selain itu ia juga menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen gila, ia menganggap pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi sebagai juara dunia.”Di balap 500cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,”ucapnya. Disamping itu, nama Valentino di Italia kebanyakan digunakan oleh para dokter. Ia juga mulai mengurangi perayaan kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia lakukan. “Cukup dengan melambai seperti pembalap lain, lalu malamnya pesta habis-habisan bareng sahabat-sahabat saya.”

Pindah ke Yamaha


Pada akhir musim 2003 menjelang musim 2004 Valentino Rossi membuat keputusan yang mengejutkan. Ia memutuskan hijrah dari tim yang dibelanya waktu itu yaitu tim pabrikan Honda, Repsol Honda HRC yang telah mengantarkan dirinya meraih juara dunia 2002 dan 2003 serta membawa Doohan merebut juara dunia 1994, 1995, 1996, 1997, 1998 juga Alex Criville menjadi juara dunia 1999. Rossi memutuskan meninggalkan tim super tersebut dan memilih bergabung bersama tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalap Wayne Rainey. Rossi tidak pindah ke tim Yamaha sendirian, ia juga membawa Jerremy Burgess, kepala mekaniknya yang dahulu juga menangani Doohan dan Criville. Mereka melakukan serangkaian tes membenahi teknologi motor Yamaha YZR M1 milik Rossi agar mampu menandingi motor terkuat di MotoGP saat itu, RC211V milik Honda.
Mengenai kepindahannya ini, banyak yang tak mengira dan pesimis ia akan mampu mempertahankan gelar juaranya. Salah satu pernyataan pesimis datang dari Max Biaggi, musuh bebuyutannya mengatakan, “Aku tak menyangka ia pindah ke Yamaha, tapi bagaimanapun juga akan sulit mengalahkan Honda. Bahkan Rossi sendiri kurang optimis ia mampu mempertahankan juara dunianya. “Kami membutuhkan waktu untuk tampil kompetitif, untuk menang pada musim pertama bersama Yamaha jelas sangat sulit”. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat, dengan motor yamaha, yang terakhirnaik podium tahun 1992 !! bahkan pada tahun 2004 dan 2005 Rossi menjadi juara dunia bersama Yamaha! dan menjadi pembalap yamaha pertama yang paling banyak juara dalam satu musim (rossi juara 9 kali pada musim 2005)
Penyesalan
Diam-diam juara dunia tujuh kali MotoGP Valentino Rossi memendam ‘penyesalan’ karena tidak beralih menjadi pembalap Formula One (F1) bersama Ferrari. Padahal, kesempatan itu telah berada di depan mata. Selidik punya selidik, ternyata Rossi sempat beberapa kali mengikuti tes untuk membawa mobil berlogo Kuda Jingkrak tersebut. Kebanyakan dilakukan pembalap berjuluk The Doctor itu di Valencia pada awal 2006.
Torehan waktu Rossi ketika membesut Ferrari juga termasuk lumayan. Dia sempat membayang-bayangi catatan waktu Michael Schumacher. Justru pengalamannya itulah yang membuat Rossi berandai-andai bagaimana bila dirinya jadi beralih ke ajang F1, “Maaf bukan kata yang tepat. Tapi saya menyisakan sedikit penyesalan, karena saya masih penasaran dengan apa yang bisa saya kerjakan,” jelas Rossi kepada Affari Italiani.
“Saya menuai hasil bagus dalam tes. Dan merupakan impian saya bisa membalap bersama Ferrari, tapi pada saat itu saya belum siap melompat (ke F1) dan sedang berada di pertengahan (balap) motor,” lanjut pembalap asal Italia itu. “Mengendarai mobil F1 sangat mengasyikkan. Mobil F1 lebih terlihat seperti pesawat ketimbang sebagai mobil, yang memberi sensasi luar biasa. Tapi bagi pembalap motor, mengemudi mobil F1 juga menjadi perasaan yang aneh, memasukkan kaki ke dalam lubang hitam seperti itu,” serunya.
Beruntung Rossi mengambil keputusan yang tepat dengan tetap bertahan di motor. Karena selepas mengambil keputusan itu, karir pembalap berusia 29 tahun tersebut justru semakin melonjak di MotoGP

Pensiun Dini

Valentino Rossi mengungkapkan peluangnya untuk pensiun dini dari dunia MotoGP. Bahan pertimbangannya adalah hasil balapan musim 2008. Bukan hasil buruk yang disyaratkan Rossi untuk pensiun, melainkan kesuksesan 100 persen di musim 2008. Jika dirinya tak tertandingi oleh siapapun dan terus memperoleh kemenangan di setiap seri, Rossi akan mengeluarkan keputusan untuk gantung helm. “Bisa dipastikan saya 100 persen akan tetap membalap tahun 2009, kecuali saya memenangi setiap balapan tahun depan,” tandasnya kepada majalah Motosprint. Syarat tersebut bisa dibilang sebuah impian semata. Soalnya kompetisi di seri MotoGP 2008 diprediksi lebih ketat dari sebelumnya.
Pastinya Casey Stoner, juara dunia 2007, tak akan rela gelarnya direbut pembalap lain. Demikian juga dengan Dani Pedrosa yang tentunya ingin mencatat hasil lebih baik dibanding musim lalu. Belum lagi ambisi para pembalap debutan dan veteran menunjukkan eksistensinya tahun depan.
Pernyataan pertama Rossi itupun sekedar berandai-andai saja. Pembalap Italia ini mengakui tidak kepikiran sama sekali untuk pensiun dini.
“Saya tak pernah kepikiran pensiun. Saya bisa saja melakukannya di tahun 2006 dan mungkin saya akan pindah ke F1, tapi saya tidak melakukannya, dan keputusan (untuk tidak pensiun) ini tidak berlaku untuk satu atau dua tahun saja. Saya akan bertahan, saya harap, setidaknya untuk lima tahun lagi,” ungkap pembalap berjuluk The Doctor itu. Kontrak pembalap berusia 28 tahun itu bersama Yamaha masih tersisa satu musim lagi. Bukan tidak mungkin tahun 2009 ia akan berganti tim jika Yamaha kembali gagal memberinya setingan motor terbaik untuknya musim depan.

Opini tentang Rossi

  • Mick Doohan: “Dia melakukannya (membalap) jauh lebih serius daripada saya.”
  • Max Biaggi: “Bagaimana mungkin tahun pertama dia hanya finish sembilan kali dan tiba-tiba bisa mendominasi seperti itu ?. Semua pembalap berpendapat sama: mereka (Honda) memberinya motor hebat, dan cuma dia yang dapat. Mereka melakukan apa saja untuk membuat orang itu menang.”
  • Randy Mamola: Jika ada balapan dan semua pembalap memakai motor dengan teknologi dan mesin yang sama, juaranya akan tetap motor kuning bernomor 46. VALENTINO ROSSI !
  • Michael Schumacher: “Rossi akan meraih kesuksesan seperti sahabat saya Michael Doohan. Dia pemuda berbakat dan bisa melakukan apa saja dengan motornya.”

Kehidupan Pribadi

Rossi mencoba untuk menjaga kehidupan pribadinya dari mata publik sebanyak mungkin, meskipun ia tidak membuat rahasia tentang kesukaannya pada klub sepak bola Italia Inter Milan. Rossi sering menonton langsung pertandingan Inter Milan dengan duduk bersama para pemain cadangan mereka. Rossi dikenal berteman dekat dengan pemain Inter Milan Marco Materazzi dan Balotelli, Bahkan sesaat setelah memenangi Grandprix Jerman 2006 Rossi merayakan dengan memakai kaos sepak bola Italia bernomor 23 milik Materazzi. Setelah Rossi memenangkan gelar Dunia yang kesembilan pada bulan Oktober 2009, Inter Milan mengucapkan selamat kepada Rossi pada website resmi mereka. Rossi juga seorang kidal.

Hewan Peliharaan

Anjing peliharaan Rossi yang terkenal bernama Guido, bulldog Inggris yang telah sejak tahun 2000 dimilikinya. Setelah Rossi sering berkeliling dunia Guido tidak bisa tinggal di London dan tinggal bersama ibu Rossi di Tavullia. Rossi hanya bisa melihat anjing saat mengunjungi Ibunya. Guido yang gambarnya telah menjadi maskot pada jok motor dan helm Rossi, meninggal setelah GP Australia 2008, dan untuk memberi penghargaan, Rossi merancang stiker khusus bergambar Guido dengan sepasang sayap malaikat surgawi sedang mengambang di awan. Guido telah beberapa kali tampil lain pada motor Rossi. Ketika tertinggal 32 poin di kejuaraan tahun 2006, Guido berpakaian dengan setelan Inuit. Guido juga mengenakan baju tahanan selama tes pra musim.
Kematian Guido telah menarik begitu banyak perhatian seperti yang disebutkan di koran olahraga Italia yang paling bergengsi Gazzetta dello Sport. Sang Anjing bahkan membintangi Quarantasei, sebuah novel grafis yang dihasilkan oleh Milo Manara berisi fiksi tentang petualangan Valentino Rossi dan akhirnya meraih kejayaan dalam balap motor.
Sejak kematian Guido, Rossi kini memiliki dua anjing baru (satu jantan dan satu betina), anjing baru tersebut diberi nama Cesare dan Cecilia. Selama GP Misano tahun 2009, tepat setelah Rossi melakukan kesalahan di Indianapolis, kedua anjing itu mengenakan telinga keledai pada helm Valentino.
Rahasia Sukses
Apa rahasia kemenangan tahun ini? Sekilas, seperti sebuah keberuntungan dan takdir. Bagaimana tidak, kemenangan Rossi dipengaruhi oleh sering jatuhnya Lorenzo dan sakitnya Stoner. Sebenarnya, bukan itu yang menjadi rahasia kemenagan Rossi. Rossi menang, karena keunggulan dia sendiri, bukan disebabkan oleh orang lain.
Boleh jadi, dengan sakitnya Stoner, berkurang saingannya. 3 Seri yang tidak diikuti oleh Stoner membuat nilainya menjadi jauh. Mungkin akan muncul pertanyaan, jika seandainya Stoner tidak sakit, apakah Rossi akan menjadi juara tahun ini? Kita tidak pernah tahu. Pada kenyataanya Stoner sakit, dan Rossi tidak sehingga bisa memenangkan kejuaraan. Artinya, Rossi menang dari segi kesehatan dibanding Stoner.
Begitu juga, jika dibandingkan dengan Lorenzo. Apa yang terjadi jika Lorenzo tidak sering jatuh? Apakah Lorenzo akan juara? Sekali lagi tidak tahu. Tapi yang jelas, Rossi punya keunggulan dibanding Lorenzo, yaitu lebih jarang jatuh. Sekali lagi, Rossi bisa menjadi juara tahun ini karena dia memiliki keunggulan dibanding lawan terberatnya Lorenzo.
Siapa yang meragukan kehebatan Rossi membawa motor dalam kecepatan 100 km/jam sampai 300 km/jam. Tetapi, bukan hanya itu yang membuat seorang Rossi bisa menjadi juara. Dua faktor lain diantaranya ialah kesehatan yang prima dan memiliki ketenangan. Keahlian membawa motor, bisa menjadi tidak berguna jika kita sakit. Keberanian dan jago ngebut juga bisa tidak berguna jika kurang hati-hati dan kurang mampu mengendalikan emosi
Menurut Rossi kunci kemenangannya adalah ketenangan dan menjadi pemikir. “Di balap 500 cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,”ucapnya. Dengan ketenangan itulah, berkali-kali ia sering memperlihatkan aksi “akrobatik” saat hendak terjatuh atau saat menyalip lawan di tikungan.
Pada akhir musin 2003, Rossi memutuskan untuk meninggalkan tim Honda dan bergabung dengan tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalapnya Wayne Rainey. Awalnya, ia disangsikan bisa meneruskan kejayaannya saat masih di tim lama karena memang performa Yamaha dianggap masih sekelas di bawah Honda.
Tapi, bukan Rossi namanya jika tak mampu menaklukkan tantangan. Ia membuktikanb bahwa mesin hanyalah alat, dan oranglah-yakni dirinya sebagai pembalap-yang menentukan menang dan kalah. Dan, ia pun membuktikan semua omongannya. Tim Yamaha mampu diangkatnya ke pentas juara sehingga ia dijuluki The Doctor. Bersama tim Yamaha, Rossi berhasil membuktikan dirinya tetap menjadi yang terdepan dengan menjadi juara dunia tahun 2004 dan 2005.
Rossi merupakan sosok yang menyukai tantangan. Kepindahannya ke Yamaha memberikan tantangan tersendiri baginya. Motivasi untuk mengatasi tantangan membuat Rossi selalu berjaya di setiap kelas dan tim yang digelutinya. Ia merupakan sosok yang dinamis yang tak pernah berhenti dan merasa puas dengan pencapaiannya. Tantangan apapun yang ada di depannya pasti akan dikejarnya.
Menyukai tantangan dan tidak patah semangat adalah kunci keberhasilan dari seorang Valentino Rossi. Ia mampu membuktikan dirinya sebagai yang terdepan di arena balap MotoGP. Tekad dan pemikiran yang matang membuat namanya semakin berkibar di dunia internasional. Kisah perjalanan Valentino Rossi yang layak diacungi jempol dan diteladani. Luar biasa!

Prestasi
  • 1985 Go-kart pertama.
  • 1989 Debut balap karting 60cc.
  • 1990 Juara kejuaraan karting regional 60cc, menang sembilan kali.
  • 1991 Peringkat 5 di Kejuaraan Junior go-kart Italia ; pertama terjun dalam balapan minimoto.
  • 1992 Juara Italian minibike Endurance.
  • 1993 Peringkat 12 Italian 125cc Sport Production championship, dengan motor Cagiva.
  • 1994 Juara Italian 125cc Sport Production, dengan motor Cagiva.
  • 1995 Juara nasional Italia 125cc; peringkat 3 125cc Kejuaraan Eropa; peringkat 11 di Kejuaraan, Spanish Open 125cc semuanya dengan motor Aprilia.
  • 1996 Peringkat 9 Grandprix 125cc, Scuderia AGV, peringkat 10 kejuaraan Eropa 125cc dengan motor Aprilia.
  • 1997 Juara Dunia Grandprix 125cc, Nastro Azzurro Aprilia, Meraih 11 kemenangan dari 15 balapan, Termasuk menjuarai GP di sirkuit Sentul.
  • 1998 Runner up Grandprix 250cc, Nastro Azzurro Aprilia.
  • 1999 Juara Dunia Grandprix 250cc, Aprilia Grand Prix.
  • 2000 Runner up Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda.
  • 2001 Juara Dunia Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda.
  • 2002 Juara dunia Motogp, Repsol Honda Team.
  • 2003 Juara dunia Motogp, Repsol Honda Team.
  • 2004 Juara dunia Motogp, Gauloises Fortuna Yamaha team.
  • 2005 Juara dunia Motogp, Gauloises Yamaha team.
  • 2006 Runner Up Motogp, Camel Yamaha team.
  • 2007 Peringkat 3 Motogp, Fiat Yamaha team.
  • 2008 Juara dunia Motogp, Fiat Yamaha team.
  • 2009 Juara dunia Motogp, Fiat Yamaha team.

Statistik karir

Musim Balapan

Musim Kelas Motor Tim Balap Mng Pod Pole FLap Poin Pos Jurdu
1996 125cc Aprilia RS125   15 1 2 1 2 111 9th 0
1997 Aprilia RS125   15 11 13 4 7 321 1st 1
1998 250cc Aprilia RS250   14 5 9 0 3 201 2nd 0
1999 Aprilia RS250   16 9 12 5 8 309 1st 1
2000 500cc Honda NSR500 Nastro Azzurro Honda 16 2 10 0 5 209 2nd 0
2001 Honda NSR500 Nastro Azzurro Honda 16 11 13 4 10 325 1st 1
2002 MotoGP Honda RC211V Honda-HRC 16 11 15 7 9 355 1st 1
2003 Honda RC211V Honda-HRC 16 9 16 9 12 357 1st 1
2004 Yamaha YZR-M1 Yamaha-YMR 16 9 11 5 3 304 1st 1
2005 Yamaha YZR-M1 Yamaha-YMR 17 11 16 5 6 367 1st 1
2006 Yamaha YZR-M1 Yamaha-YMR 17 5 10 5 4 247 2nd 0
2007 Yamaha YZR-M1 Yamaha-YMR 18 4 8 4 3 241 3rd 0
2008 Yamaha YZR-M1 Yamaha-YMR 18 9 16 2 5 373 1st 1
2009 Yamaha YZR-M1 Yamaha-YMR 16 6 14 7 6 306 1st 1
Total   227 103 164 58 83 4026   9

Kelas

Kelas Musim 1st GP 1st Pod 1st Win Balap Win Podium Pole FLap Poin Jurdu
125 cc 1996-1997 1996 Malaysia 1996 Austria 1996 Rep Ceko. 30 12 15 5 9 432 1
250 cc 1998-1999 1998 Jepang 1998 Spanyol 1998 Belanda 30 14 21 5 11 510 1
500 cc 2000-2001 2000 Afsel. 2000 Spanyol 2000 Inggris 32 13 23 4 15 534 1
MotoGP 2002-Sekarang 2002 Jepang 2002 Jepang 2002 Jepang 135 64 105 44 48 2550 6
Total 1996-2009 227 103 164 58 83 4026 9

Tahun

(key) (Balapan yang tercetak tebal menunjukkan pole position) (Balapan yang tercetak miring menunjukkan fastest lap)
Th Kelas Tim 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Pos Final Poin
1996 125 cc Aprilia MAL
6
INA
11
JPN
11
SPA
4
ITA
4
FRA
Ret
NED
Ret
GER
5
GBR
Ret
AUT
3
CZE
1
IMO
5
CAT
Ret
BRA
Ret
AUS
14
      9th 111
1997 125 cc Aprilia MAL
1
JPN
Ret
SPA
1
ITA
1
AUT
2
FRA
1
NED
1
IMO
1
GER
1
BRA
1
GBR
1
CZE
3
CAT
1
INA
1
AUS
6
      1st 321
1998 250 cc Aprilia JPN
Ret
MAL
Ret
SPA
2
ITA
2
FRA
2
MAD
Ret
NED
1
GBR
Ret
GER
3
CZE
Ret
IMO
1
CAT
1
AUS
1
ARG
1
        2nd 201
1999 250 cc Aprilia MAL
5
JPN
7
SPA
1
FRA
Ret
ITA
1
CAT
1
NED
2
GBR
1
GER
1
CZE
1
IMO
2
VAL
8
AUS
1
RSA
1
BRA
1
ARG
3
    1st 309
2000 500 cc Honda RSA
Ret
MAL
Ret
JPN
11
SPA
3
FRA
3
ITA
12
CAT
3
NED
6
GBR
1
GER
2
CZE
2
POR
3
VAL
Ret
BRA
1
PAC
2
AUS
3
    2nd 209
2001 500 cc Honda JPN
1
RSA
1
SPA
1
FRA
3
ITA
Ret
CAT
1
NED
2
GBR
1
GER
7
CZE
1
POR
1
VAL
11
PAC
1
AUS
1
MAL
1
BRA
1
    1st 325
2002 MotoGP Honda JPN
1
RSA
2
SPA
1
FRA
1
ITA
1
CAT
1
NED
1
GBR
1
GER
1
CZE
Ret
POR
1
BRA
1
PAC
2
MAL
2
AUS
1
VAL
2
    1st 355
2003 MotoGP Honda JPN
1
RSA
2
SPA
1
FRA
2
ITA
1
CAT
2
NED
3
GBR
3
GER
2
CZE
1
POR
1
BRA
1
PAC
2
MAL
1
AUS
1
VAL
1
    1st 357
2004 MotoGP Yamaha RSA
1
SPA
4
FRA
4
ITA
1
CAT
1
NED
1
BRA
Ret
GER
4
GBR
1
CZE
2
POR
1
JPN
2
QAT
Ret
MAL
1
AUS
1
VAL
1
    1st 304
2005 MotoGP Yamaha SPA
1
POR
2
CHN
1
FRA
1
ITA
1
CAT
1
NED
1
USA
3
GBR
1
GER
1
CZE
1
JPN
Ret
MAL
2
QAT
1
AUS
1
TUR
2
VAL
3
  1st 367
2006 MotoGP Yamaha SPA
14
QAT
1
TUR
4
CHN
Ret
FRA
Ret
ITA
1
CAT
1
NED
8
GBR
2
GER
1
USA
Ret
CZE
2
MAL
1
AUS
3
JPN
2
POR
2
VAL
13
  2nd 247
2007 MotoGP Yamaha QAT
2
SPA
1
TUR
10
CHN
2
FRA
6
ITA
1
CAT
2
GBR
4
NED
1
GER
Ret
USA
4
CZE
7
RSM
Ret
POR
1
JPN
13
AUS
3
MAL
5
VAL
Ret
3rd 241
2008 MotoGP Yamaha QAT
5
SPA
2
POR
3
CHN
1
FRA
1
ITA
1
CAT
2
GBR
2
NED
11
GER
2
USA
1
CZE
1
RSM
1
IND
1
JPN
1
AUS
2
MAL
1
VAL
3
1st 373
2009 MotoGP Yamaha QAT
2
JPN
2
SPA
1
FRA
16
ITA
3
CAT
1
NED
1
USA
2
GER
1
GBR
5
CZE
1
IND
Ret
RSM
1
POR
4
AUS
2
MAL
3
VAL
2
  1st 306

Rekor

Seluruh rekor diperbaharui sampai 14 April, 2010

rekor 500 cc/MotoGP: Rossi adalah

  • Pertama juara seri terbanyak sepanjang sejarah dengan 78 kemenangan.
  • Pertama naik podium terbanyak sepanjang sejarah dengan 129 podium.
  • Pertama naik podium terbanyak dalam satu musim dengan 16 podium di 2003, 2005 dan 2008.
  • Pertama fastest lap terbanyak dalam satu musim dengan 12 fastest lap di 2003.
  • Pertama poin terbanyak dalam satu musim dengan 373 point di 2008.
  • Pertama podium secara berurutan dengan 23 podium berurutan, dari GP Portugal 2002 sampai GP Afrika Selatan 2004.
  • Kedua di kejuaraan dunia berturut-turut menang dengan 5 kali berturut-turut di kejuaraan dunia 2001-2005 bersama dengan Michael Doohan dengan 5 gelar juara dunia berturut-turut pada 1994-1998, di belakang Giacomo Agostini dengan 7 kali berturut-turut di kejuaraan dunia 1966-1972.
  • Kedua sepanjang sejarah dengan 7 gelar juara dunia , dibelakang Giacomo Agostini dengan 8 gelar juara dunia.
  • Kedua sepanjang sejarah posisi pole terbanyak dengan 48 pole, di belakang Michael Doohan dengan 58.
  • Kedua di klasemen sepanjang sejarah waktu lap tercepat balapan dengan 63 lap tercepat, di belakang Giacomo Agostini dengan 69.
  • Kedua terbanyak memenangkan lomba dalam satu musim dengan 11 kemenangan pada tahun 2001, 2002 dan 2005 bersama dengan Giacomo Agostini, di belakang Michael Doohan dengan 12 kemenangan pada tahun 1997.
  • Ketiga terbanyak posisi pole dalam satu musim dengan 9 kali posisi start terdepan pada tahun 2003 bersama dengan Casey Stoner dan Kevin Schwantz, di belakang Michael Doohan dengan 12 posisi pole pada tahun 1997, Wayne Gardner dan Freddie Spencer dengan masing-masing 10 posisi pole pada tahun 1987 dan 1985.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar